.:Translate:.

by : @ahdibhaskara

Minggu, 15 September 2013

Belajar dari Pendidikan Finlandia

Pendidikan tidak lepas dari kata 'pendidik' itu sendiri. Ada yang bilang mutu pendidikan berbanding lurus dengan mutu pendidiknya. Namun hal itu memang tidak 100% benar tapi hampir secara keseluruhan berdampak pada suatu pendidikan. Lalu siapa pendidik - pendidik itu? Mereka adalah guru.

Guru memiliki artian tenanga pengajar dan pendidik. Jadi bukan hanya mengajar, tapi juga MENDIDIK. Bukan hanya ilmu tetapi juga daya pikir dan karakter yang akan menjadi ILMU PENGETAHUAN, bukan sekedar ilmu. Karena itulah seharusnya guru menyandang nama "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Selanjutnya bukan hanya faktor - faktor di atas, secara menyeluruh "sistem pendidikan" pun juga harus berkembang menjadi lebih baik dan terbaik, bukan menjadi lebih kompleks dan rumit. Nah disini,coba kita lihat dan belajar dari pendidikan di Finlandia. Mengapa Finlandia? Karena mereka memiliki mutu pendidikan terbaik di dunia. Langsung aja..


Tambahan dari KASKUSER....

12 Perbedaan sistem pendidikan Indonesia & Finlandia

1) Finlandia : Anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun.
Indonesia : ada playgroup, TK A, TK B, bahkan sebelum umur 3 tahun pun sudah ada yang ‘menyekolahkan’ anaknya, meskipun memang cuma satu jam dengan tujuan anaknya bersosialisasi. Masalahnya lagi, untuk masuk SD pun sekarang anak-anak DIHARUSKAN sudah bisa membaca. Ada tes masuknya. Jadi ingat percakapan ibu-ibu di commuter line yang curhat soal hal ini. Yang stres bukan cuma anaknya. Orang tuanya lebih lagi.

2) Finlandia : sebelum mencapai usia remaja, anak-anak ini jarang sekali diminta mengerjakan pekerjaan rumah DAN tidak pernah disuruh mengikuti ujian.
Indonesia : TK pun sekarang sudah punya pekerjaan rumah, meskipun cuma sekedar menebalkan garis dan menulis angka.

3) Finlandia : hanya ada satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, dan saat itu mereka berusia 16 tahun.
Indonesia :like I mentioned before, masuk SD pun ada tesnya. Terutama SD favorit.

4) Finlandia : sekolah tidak membedakan anak yang pintar dan kurang pintar. Seluruhnya ditempatkan di dalam ruang kelas yang sama.
Indonesia : ada beberapa sekolah yang memberlakukan pembagian kelas berdasarkan tingkat intelegensia anak. Contoh : peringkat 1-10 masuk ke kelas A, 11-20 kelas B, dst.

5) Finlandia : Kesenjangan antara murid terpintar dan murid paling tidak pintar di Finlandia adalah yang terkecil di dunia. Artinya, murid paling tidak pintar pun masih terhitung pintar.
Indonesia : kesenjangan begitu terlihat, banyak siswa pintar, yang kurang pun banyak.

6) Finlandia : Setiap guru hanya menghabiskan waktu 4 jam sehari di kelas dan punya waktu 2 jam per minggu yang didedikasikan untuk ‘professional development’.
Indonesia : para guru di Indonesia yang bisa mengajar mulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore non stop. Imagine how tired they are 

7) Finlandia : Jumlah guru yang dimiliki oleh Finlandia sama dengan jumlah guru di New York, namun jumlah murid yang ditangani jauh lebih sedikit.
Indonesia : Jumlah guru dibandingkan murid sangat jauh, dalam 1 kelas biasa terdapat 35 murid, dan 1 guru.

8) Finlandia : Seluruh sistem pendidikan didanai oleh negara. Gratis total.
Indonesia : meskipun sudah ada beberapa wilayah yang menetapkan pendidikan gratis, masih banyak pungutan2 yg harus dibayar siswa kepada sekolah, seperti uang Lab computer, Lab bahasa, dll.

9) Finlandia : Seluruh guru harus memiliki gelar Master/S2 yang didanai seluruhnya oleh pemerintah.
Indonesia : guru harus mencari biaya untuk melanjutkan pendidikan sendiri, tak ada bantuan pemerintah kepada semua guru.

10) Finlandia : Kurikulum nasional hanya berlaku umum. Setiap guru (sepertinya) diberikan kebebasan mengembangkan metode pengajarannya.
Indonesia : Guru WAJIB mengikuti kurikulum dari pemerintah yang HAMPIR setiap 5 tahun berubah-ubah.

11) Finlandia :yang menjadi guru hanyalah yang merupakan 10 lulusan teratas di universitas.
Indonesia : para lulusan terbaik berprofesi sebagai apa ya? Dokter, pengacara, direktur, investasi dan saham, pegawai Pajak? 

12) Finlandia : Status guru di masyarakat setara dengan status pengacara dan dokter. Katanya, kalau masuk ruang kelas di Finlandia, trus murid-muridnya ditanya, Siapa yang bercita-cita jadi guru? Seperempat nya akan mengangkat tangan.
Indonesia : Status guru ( apalagi non-pns) masih sering diremehkan, & dianggap pekerjaan yang kurang mencukupi kebutuhan hidup.

                                                                                                                                       

Kita memang harus terus belajar sampai kapan pun dan dari siapa pun
Seperti quote:
"Jangan mau jadi generasi penerus, jadilah generasi peubah"
 Jadi, jangan cuma nerima keadaan dengan anggapan patuh tapi seperti robot,
jadilah manusia yang berfikir, bukan cuma teori tetapi juga aksi nyata.
Dan ingat :
"Stop Complaining About Your Country, Just Do Your Part Well"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Budayakan Selalu Komentar dan Saran dengan SOPAN...

Upload dan kirimkan film, komik, game kalian ke ahdi.uzumaki@gmail.com
JANGAN LUPA KOMENTAR YA ^^ ....

*
Bila anda menemukan link yang rusak, harap melapor pada Admin melalui baris komentar.